Posted by: penamerah on: Selasa, 28 Juli, 2009
Tipografi merupakan suatu ilmu dalam memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, sehingga dapat menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin.
Sejarah Tipografi
Sejarah perkembangan tipografi dimulai dari penggunaan pictograph. Bentuk bahasa ini antara lain dipergunakan oleh bangsa Viking Norwegia dan Indian Sioux. Di Mesir berkembang jenis huruf Hieratia, yang terkenal dengan nama Hieroglif pada sekitar abad 1300 SM. Bentuk tipografi ini merupakan akar dari bentuk Demotia, yang mulai ditulis dengan menggunakan pena khusus.
Bentuk tipografi tersebut akhirnya berkembang sampai di Kreta, lalu menjalar ke Yunani dan akhirnya menyebar keseluruh Eropa.
Puncak perkembangan tipografi, terjadi kurang lebih pada abad 8 SM di Roma saat orang Romawi mulai membentuk kekuasaannya. Karena bangsa Romawi tidak memiliki sistem tulisan sendiri, mereka mempelajari sistem tulisan Etruska yang merupakan penduduk asli Italia serta menyempurnakannya sehingga terbentuk huruf-huruf Romawi.
Saat ini tipografi mengalami perkembangan dari fase penciptaan dengan tangan hingga mengalami komputerisasi. Fase komputerisasi membuat penggunaan tipografi menjadi lebih mudah dan dalam waktu yang lebih cepat dengan jenis pilihan huruf yang ratusan jumlahnya. Baca entri selengkapnya »
Posted by: penamerah on: Kamis, 23 Juli, 2009
Logo deBlasio adalah kemenangan paling baru dan paling ‘njlimet’. Emas ke 13 yang aku dapatkan. Setelah melalui 10 hari masa kompetisi harus melalui 2 minggu masa penjurian. Itupun bukannya mulus dengan bertengger di ranking 1 terus. Hari ini di atas besok turun ke ranking 4, besok naik habis itu turun lagi. Bener-bener bikin jantung deg2an gak karuan. Hehehe…
Menunggu dengan sabar, hanya itu yang bisa dilakukan dan tak lupa berdoa agar hasil akhir bisa memuaskan. Tak sia-sia, setelah menunggu waktu yang cukup lama, alhamdulillah sampur kemenangan di serahkan dipundakku. Senangnya hatiku dan pastinya $500 mengalir mulus ke rekening paypalku. Berharap esok akan meraih emas-emas lain yang lebih banyak. Amin.
Posted by: penamerah on: Rabu, 15 Juli, 2009
Sudah pernah mendengar tentang VEXEL? “Vexel art is a digital art that is an entirely pixel-based form of raster art that imitates the vector graphics technique, but is distinguished from normal vector graphics or raster images.” Vexel sendiri adalah gabungan dari dua kata “Vector & Pixel”. Sekilas akan terlihat gambar vektor padahal sebenarnya itu adalah pixel image. Karya vexel dikerjakan dengan software pengolah image seperti Photoshop dll.
Berikut ini beberapa contoh VEXEL yang hasilnya saya pikir sangat mengagumkan. Maaf sekali belum bisa ngasih tutorial, karena saat ini juga sedang belajar bikin vexel.
Posted by: penamerah on: Kamis, 12 Februari, 2009
Prinsip-prinsip desain membantu menentukan bagaimana menggunakan elemen desain. Ada empat prinsip desain: keseimbangan, penekanan, irama, dan kesatuan. Prinsip-prinsip desain membantu anda untuk menggabungkan berbagai elemen desain ke dalam tata letak yang baik.
Keseimbangan
Setiap elemen pada susunan visual berat yang telah ditentukan oleh ukurannya, kegelapan atau keringanan, dan ketebalan dari baris. Ada dua pendekatan dasar untuk menyeimbangkan. Yang pertama adalah keseimbangan simetris yang merupakan susunan dari elemen agar merata ke kiri dan ke kanan dari pusat. Yang kedua adalah keseimbangan asimetris yang merupakan pengaturan yang berbeda dengan berat benda yang sama di setiap sisi halaman. Warna, nilai, ukuran, bentuk, dan tekstur dapat digunakan sebagai unsur balancing.
Simetris bisa menjadi kekuatan dan stabilitas publikasi, presentasi, dan situs web. Asimetris dapat menyiratkan kontras, berbagai gerakan, mengejutkan dll. Hal ini cocok untuk modern dan publikasi hiburan, presentasi, dan situs web.
Untuk menciptakan keseimbangan:
Posted by: penamerah on: Rabu, 11 Februari, 2009
Ketika membuat layout baru, Anda harus mulai dengan dasar elemen desain: line, bentuk, tekstur, ruang, ukuran, nilai, dan warna. Elemen dasar ini dapat menghasilkan berbagai layout tergantung bagaimana mereka sedang digunakan.
Garis
Garis adalah tanda untuk menghubungkan dua titik. Berbagai jenis garis muncul di mana-mana. Lihatlah di sekitar Anda dan Anda akan melihat baris yang lurus, lengkung, berbelok-belok, tipis, tebal, dan titik-titik.
Garis dapat digunakan untuk:
Posted by: penamerah on: Selasa, 10 Februari, 2009
Desain grafis adalah proses untuk menciptakan tampilan sebuah publikasi, presentasi, atau di situs web yang menarik, dengan cara logis. Ketika desain selesai maka: menarik perhatian, menambah nilai, dan meningkatkan minat audiens, simpel, terorganisir, memberikan penekanan selektif, dan menciptakan kesatuan yang utuh.
Langkah-langkah dalam Proses Desain Grafis:
Posted by: penamerah on: Selasa, 6 Januari, 2009
Sebelumnya saya minta maaf karena lama sekali tidak meng-update blog yang satu ini. Ya karena banyak hal yang membuat saya jarang kemari.
Selalu berkutat dengan CorelDraw ternyata ada jenuhnya juga. Akhirnya berbekal pengetahuan yang minim terhadap Adobe Illustrator, mencoba juga akhirnya menjamah software vektor yang satu ini. Sudah lama sebenernya tahu dengan software yang satu ini, cuman karena sakin cintanya sama Corel malah jarang sekali menyentuh, padahal dari segi fleksibilitas dan feature, menurut saya Ai lebih unggul dibanding CorelDraw.
Berbekal pengetahuan yang minim, akhirnya saya beranikan mencoret-coret kanvas Ai sekenanya. Nah jadilah. Ini salah dua vektor yang saya buat menggunakan Ai. Sebenarnya gambar2 ini sudah beberapa lama terposting di GALLERY saya. Mau ngusung kesini belum ada waktu.
Saat ini saya belum sempat sharing tutorialnya. Kapan-kapan deh ya.


Posted by: penamerah on: Sabtu, 26 April, 2008
Warna adalah salah satu elemen yang cukup penting dalam desain grafis. Dalam ilmu seni rupa, warna bisa mewakili emosi dari karya tersebut sehingga pesan dari karya tersebut bisa lebih mudah diterima oleh audience. Elemen warna dalam desain grafis juga memiliki fungsi tersebut. Contoh yang paling mudah adalah dengan menganalogikan warna terhadap hal-hal disekeliling kita. Misalnya; Awan=luas=biru muda, Matahari=cerah=kuning muda, Kayu=kuno, klasik=coklat, Api=menyala, semangat=merah.
Ketika merancang sebuah karya, kita sering kesulitan menentukan warna yang cocok dengan tema atau kesan yang diinginkan. Berikut saya sampaikan tips memilih warna, semoga bisa membantu.
1. Siapkan tema dan kesan yang diinginkan untuk desain tersebut. Apakah berkesan klasik, modern, natural, atau yang lain tergantung kebutuhan anda.
2. Cari ilustrasi atau foto yang sesuai dengan tema anda. Bisa hasil jepretan foto anda sendiri, atau free image seperti Stock Exchange misalnya.


Posted by: penamerah on: Senin, 31 Maret, 2008
Nih aku mau sedikit sharing aja tentang proses pembuatan foto yang aku rubah jadi vektor. Sebenarnya mudah saja kok, cuman butuh kejelian dan ketelitian untuk mendapatkan hasil yang terbaik dan mirip dengan foto aslinya. Mungkin vektor ini gak terlalu sempurna, tapi cukuplah buat referensi. Hehehe. Software graphic yang aku gunain adalah CorelDraw X3, karena memang aku sudah familiar dengan itu, tapi bisa juga digunakan sofware pengolah grafis yang lain seperti Freehand dan Illustrator.
Beberapa tahapan yang bisa kita lakukan untuk membuat gambar vektor yang kita inginkan [versiku] adalah sebagai berikut :
1. Siapkan image yang ingin kita vektorkan. Bisa dari kamera digital, foto handphone atau objek yang lain. Usahakan gambar dalam keadaan yang bagus, jelas terlihat detailnya agar kita mudah proses tracingnya. Kebetulan foto yang mau aku buat vektor ini hanya dari hape so mungkin kurang begitu tajam. atapi cukuplah buat dilihat detailnya.
2. Buat line universal terlebih dahulu seperti bentuk wajah, garis luar rambut, mata, hidung dan bibir. Gunakan warna garis yang kontras serta ketebalan yang sesuai agar bisa dilihat detail hasilnya. Untuk membuat garisnya bisa digunakan Freehand Tool (F5) di Toolbox atau Bezier tool lalu proses penyempurnaan ritme garis bisa digunakan Shape Tool.
3. Cobalah memberi warna pada garis-garis telah dibuat tadi untuk bisa melihat penampakan kasar. Pada bagian ini kita bisa menentukan standar warna atau warna dasar yang akan kita pakai nantinya, seperti warna kulit dan rambut. Disamping itu juga bisa menentukan proporsi proporsi muka jika belum sesuai. Gambar sudah bisa dilihat apakah sudah ada kemiripan dengan foto aslinya. Detail mata dan dan hidung serta bibir dan juga garis wajah merupakan elemen penting pembentuk wajah, so disini butuh kejelian.
Posted by: penamerah on: Kamis, 27 Maret, 2008
Nirmana adalah pengorganisasian atau penyusunan elemen-elemen visual seperti titik, garis, warna, ruang dan tekstur menjadi satu kesatuan yang harmonis. Nirmana dapat juga diartikan sebagai hasil angan-angan dalam bentuk dwimatra, trimatra yang harus mempunyai nilai keindahan. Nirmana disebut juga ilmu tatarupa. Elemen –elemen seni rupa dapat dikelompokan menjadi 4 bagian berdasarkan bentuknya.
Comments